Wings Air Hadir di Bandara Notohadinegoro Jember 31 Juli 2017

Bandara Notohadinegoro

Penerbangan di Bandara Notohadinegoro akan bertambah mulai 31 Juli 2017. Ada maskapai baru yang bakal mendarat setiap hari di bandara yang terletak di Desa Wirowongso, Ajung ini. Yakni Wings Air yang tak lain bagian dari Lion Group yang akan menambah rute penerbangan ke Jember.


Kepala Dinas Perhubungan Jember Isman Sutomo, memastikan penerbangan baru itu setelah pihak Wings Air, berkirim surat resmi pada pihaknya. Bahkan sebelumnya, website resmi liongroupid sudah memposting kabar penerbangan perdana Surabaya - Jember PP (Pergi Pulang).


Namun kata Isman, informasi di website resmi liongroupid yang sempat ramai di media sosial, perlu dia klarifikasi karena penerbangan perdananya bukan 25 Juli 2017. Melainkan 31 Juli 2017 dan mulai berlaku komersil pada 1 Agustus 2017.

Selain kepastian jadwal penerbangan perdana, waktu penerbangannya pun sudah mulai jelas. Seperti yang disampaikan pihak Wings Air kepadanya, pesawat berangkat dari Bandara Juanda Surabaya pukul 11.00. Sedangkan tiba di Jember pukul 11.50. Baru kemudian, pesawat terbang lagi ke Surabaya di pukul 12.15.

Jadwal ini tidak akan mengganggu penerbangan yang sudah ada di Jember, Garuda Indonesia. Di mana Garuda berangkat dari Surabaya pukul 08.50 dan tiba di Jember pukul 09.45. Baru kemudian terbang lagi ke Surabaya pukul 10.20 dan tiba di Surabaya diperkirakan pukul 11.15.

Kata Isman, pesawat yang bakal diterbangkan ke Jember oleh pihak Wings Air, jenisnya sama dengan yang telah dilakukan pihak Garuda Indonesia. “Pesawatnya pakai jenis ATR 72,” katanya.

Perlu diketahui, pesawat jenis ATR 72 merupakan pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop yang dibangun perusahaan pesawat Perancis-Italia ATR. Pesawat ini memiliki kapasitas hingga 78 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua kru penerbangan.

Meski jenis pesawat Wings Air memiliki kesamaan dengan pesawat maskapai yang lebih dulu terbang di Jember, namun harga tiketnya ternyata berbeda. Terpantau di lapak online penjualan tiket seperti Traveloka, pemesanan tiket pesawat Wings Air pada 1 Agustus 2017, harga tiket Surabaya - Jember, dipatok dengan harga Rp 403 ribu. Dan tiket Jember ke Surabaya pada hari yang sama harganya, Rp 326 ribu.

Isman, tidak memiliki kapasitas menjawab perbedaan harga tiket antara Wings Air dan Garuda. Karena katanya, itu bagian dari strategi bisnis masing-masing maskapai. Namun katanya, beda harga tiket dari Surabaya dan terbang di Bandara Notohadinegoro Jember, tak lain karena biaya airport tax yang diberlakukan berbeda oleh kedua pengelola bandara.

Seperti yang diungkapkan Isman, pihak Bandara Juanda Surabaya, memasang biaya airport tax sampai Rp 125 ribu untuk seorang penumpang. Sedangkan di Bandara Notohadinegoro, pihaknya hanya memasang tarif Rp 13 ribu. “Nah, di situ yang membuat terbang dari Jember jauh lebih murah,” jelasnya.

Soal pemesanan tiket pesawat Wings Air yang terbang dari Jember, Pemkab Jember sudah berkoordinasi dengan pihak maskapai. Sehingga, selain penjualan tiket secara online, tentu juga bisa memesannya dengan datang langsung ke Bandara Notohadinegoro Jember. “Selain itu, pihak Wings Air juga akan membuka kantor cabang khusus penjualan tiketnya,” imbuhnya.

Menurut Isman, capaian penambahan penerbangan baru di Jember, tak lain karena kerja keras Bupati Jember yang ingin mengembangkan Bandara Notohadinegoro. Bahkan, hasil lobi Bupati Faida, kata Isman, membuat tertarik maskapai lainnya untuk membuka dua rute penerbangan baru ke Jember. “Tapi prosesnya masih tender. Karena juga ada penerbangan perintis,” ungkapnya.

Penerbangan perintis yang ditarget Bupati bersama Dishub Jember, seperti rute penerbangan Sumenep, Jember, Surabaya, Bawean, Solo. Khusus penerbangan perintis ini, direncanakan menggunakan pesawat berjenis ATR 42. Selain itu kata Isman, ada yang lebih menggairahkan. Tawaran penerbangan dengan rute Malang - Jember - Denpasar, juga mulai dijajaki supaya bisa segera terealisasi. “Jadi teknisnya, pesawat dari Malang transit ke Jember, kemudian terbang lagi ke Denpasar. Rute ini berlaku pergi dan pulang,” paparnya.

Meski rute penerbangan ini menggunakan tiga titik, namun kata Isman, malah sangat menguntungkan Jember. Sebab, mereka yang dari Malang bisa ke Jember dan masyarakat Jember yang mau ke Denpasar, juga bisa terbang dengan pesawat yang sama. “Saya yakin Jember akan semakin maju,” katanya.

Isman, semakin optimistis Bupati Faida, bisa merealisasikan program kerjanya menjadikan Jember sebagai embarkasi antara. Sebab faktanya hari ini, Jember menjadi sorotan sejumlah maskapai penerbangan karena potensi penumpangnya dinilai sangat tinggi. “(Okupansi, Red) bisa sampai 80 persen lebih. Jadi sangat realistis, maskapai tertarik melakukan penerbangan ke Jember,” ungkapnya. 
Sumber : http://ayo.pergi.biz/wingsc568

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rail One, Kereta Mewah Milik Pemerintah

Bandara Wiriadinata Prematur Dalam Penerbangan Komersil